Perkuat Benteng Wilayah Barat, Wamenhan Tinjau Kesiapan Infrastruktur Lanud Roesmin Nurjadin

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto (tengah, baju khaki), didampingi jajaran perwira tinggi TNI AU meninjau lokasi pengembangan infrastruktur di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (29/12). (Dok. Kemhan RI)
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto (tengah, baju khaki), didampingi jajaran perwira tinggi TNI AU meninjau lokasi pengembangan infrastruktur di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (29/12). (Dok. Kemhan RI)

Faktakalbar.id, PEKANBARU – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan Taufanto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada Senin (29/12).

Baca Juga: Dari Panggung DJ ke Kantor Kemhan, Ayu Aulia Jawab Tudingan “Jalur Ordal”: Tesnya Gak Gampang!

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pertahanan udara di wilayah barat Indonesia sejalan dengan instruksi langsung dari kepala negara.

Donny menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui Menteri Pertahanan.

Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan dan penguatan fasilitas pangkalan udara guna mendukung operasional pertahanan yang berkelanjutan di titik-titik vital.

“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI yang disampaikan melalui Menteri Pertahanan, terkait pembangunan dan penguatan infrastruktur pangkalan udara guna mendukung kesiapan pertahanan udara nasional secara berkelanjutan, khususnya di wilayah strategis,” jelas keterangan resmi Kementerian Pertahanan.

Dengarkan Rencana Pengembangan

Dalam lawatannya, Wamenhan menerima paparan komprehensif dari jajaran pimpinan Lanud mengenai kondisi terkini pangkalan.

Pembahasan juga mencakup masterplan pengembangan Lanud Roesmin Nurjadin sebagai salah satu pangkalan induk utama TNI AU yang memegang peranan kunci dalam menjaga kedaulatan udara di kawasan barat Indonesia.

Baca Juga: Liputan di Medan Ekstrem Berisiko Tinggi, Kemhan Gembleng Awak Media dengan Ilmu Survival