60 Tahun Mengabdi, “Sang Legenda” Hercules C-130B TNI AU Mulai Pensiun Bertahap

Tangkapan layar radar penerbangan yang memperlihatkan posisi pesawat C-130B Hercules TNI AU dengan callsign HERKY09 saat melintas di atas Laut Jawa dalam penerbangan dari Jambi menuju Malang. Inset: Sosok pesawat legendaris A-1309 saat mengudara. (Dok. Ist)
Tangkapan layar radar penerbangan yang memperlihatkan posisi pesawat C-130B Hercules TNI AU dengan callsign HERKY09 saat melintas di atas Laut Jawa dalam penerbangan dari Jambi menuju Malang. Inset: Sosok pesawat legendaris A-1309 saat mengudara. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MALANG – Langit Indonesia bersiap melepas salah satu penjaga setianya.

Pesawat angkut militer legendaris C-130B Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) kini memasuki masa purna tugas.

Setelah enam dekade menjadi tulang punggung operasi militer dan kemanusiaan, armada ini mulai dipensiunkan secara bertahap sejak April 2025.

Baca Juga: Mengudara 5 Jam, Pesawat A400M Pesanan Kedua TNI AU Sukses Jalani Uji Terbang Perdana di Spanyol

Baru-baru ini, pesawat dengan nomor registrasi A-1309 dan sandi panggil (call sign) HERKY09 terpantau melintas di atas Laut Jawa.

Pesawat tersebut terbang dari Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Thaha, Jambi, menuju markasnya di Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Satu-satunya Tanker Tersisa

Pesawat A-1309 memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Pesawat bertipe KC-130B ini merupakan satu-satunya pesawat pengisi bahan bakar udara (air refueling) yang tersisa yang dimiliki TNI AU, setelah saudaranya, A-1310, jatuh dalam tragedi di Medan pada tahun 2015 silam.

Selama masa operasinya, “tangki terbang” ini memiliki kemampuan vital dalam memperpanjang jangkauan tempur jet-jet TNI AU.

Baca Juga: “Raja Api” Kembali Berlayar: Mengenal KRI Raja Haji Fisabilillah 391, Penjaga Baru Kedaulatan NKRI

Ia berpengalaman melakukan pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat A-4 Skyhawk, Hawk-200, hingga jet tempur Sukhoi Su-27/30 dengan kecepatan transfer bahan bakar mencapai 300 galon atau 1.135,5 liter per menit.

Simbol Kekuatan Era Soekarno

Kedatangan C-130B pada tahun 1960 menandai era kejayaan kekuatan udara Indonesia di masa Presiden Soekarno.

Pesawat ini didatangkan dari Amerika Serikat sebagai buah diplomasi pasca-pembebasan pilot CIA.

Sejak saat itu, C-130B menjadi andalan dalam berbagai misi, mulai dari penerbangan VVIP Presiden Soekarno hingga operasi kemanusiaan dalam bencana besar seperti Tsunami Aceh dan Gempa Palu.

Sebagai bagian dari modernisasi alutsista, peran sang legenda akan digantikan oleh generasi penerus yang lebih canggih, yakni C-130H, C-130J-30 Super Hercules, dan Airbus A400M Atlas.

(Ra)