Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Gangguan pada sistem pencernaan akibat naiknya asam lambung menjadi keluhan umum yang sangat menyiksa.
Penderita biasanya merasakan sensasi nyeri hebat di ulu hati, mual, hingga muntah yang mengganggu aktivitas harian.
Penyebab kondisi ini beragam, mulai dari tingkat stres yang tinggi, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang kacau.
Demi mencegah kondisi memburuk, penderita perlu mengendalikan gaya hidup secara aktif dan menghindari berbagai pantangan makanan.
Melansir laporan Eat This Not That, terdapat sejumlah jenis makanan dan minuman yang terbukti memicu kenaikan asam lambung. Berikut adalah rincian makanan yang sebaiknya Anda hindari:
Baca Juga: Penyebab Tulang Keropos: 5 Makanan yang Merusak Tulang dan Wajib Dibatasi Porsinya
1. Makanan Tinggi Lemak dan Gorengan
Makanan yang digoreng seperti ayam goreng, kentang goreng, hingga steak mozarella memaksa lambung bekerja ekstra keras.
Makanan ini membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga lambung harus menggunakan banyak asam untuk memecahnya.
Selain itu, makanan berlemak tinggi memicu tubuh melepaskan hormon kolesistokinin.
Hormon ini merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang justru membuka jalan bagi asam untuk naik ke kerongkongan.
Kategori ini juga mencakup daging berlemak tinggi seperti iga, kulit ayam, dan daging sapi berlemak.
2. Makanan Pedas dan Cokelat
Bagi pecinta pedas, Anda perlu waspada. Sebuah studi tahun 2020 menempatkan makanan pedas sebagai pemicu paling umum bagi penderita GERD.
Sebanyak 62% pasien dalam survei tersebut menyebut makanan pedas sebagai penyebab utama kekambuhan.
Sementara itu, cokelat yang sering dianggap menenangkan justru berbahaya bagi penderita asam lambung.
Cokelat dapat melemaskan otot katup kerongkongan, memicu isi lambung naik kembali, dan menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn).
3. Buah dan Sayuran Asam (Jeruk & Tomat)
Meski sehat, buah jeruk, lemon, nipis, dan jeruk bali mengandung asam tinggi yang mendorong lambung memproduksi asam berlebih.
Hal serupa berlaku untuk tomat. Kandungan asam malat dan sitrat dalam tomat, baik segar maupun olahan seperti saus pasta dan saus tomat, dapat memperparah gejala GERD.
4. Minuman Bersoda dan Teh Peppermint
Minuman bersoda memicu gas yang membuat perut kembung dan membesar.
Kondisi ini memberikan tekanan berlebih pada LES, yang berpotensi menyebabkan kebocoran asam.
Uniknya, teh peppermint yang biasa menjadi obat pencernaan justru menjadi pantangan.
Teh ini dapat menenangkan LES hingga terlalu rileks, memungkinkan asam menerobos masuk ke kerongkongan. Sebagai alternatif, cobalah teh jahe atau kamomil.
5. Makanan Ultra-Olahan dan Pizza
Camilan ultra-olahan yang mengandung pengawet, pemanis, dan pewarna buatan memiliki kaitan dengan risiko peningkatan GERD.
Begitu pula dengan pizza. Makanan lezat ini menjadi “ancaman tiga kali lipat” karena kombinasi saus tomat yang asam, topping daging berlemak, dan adonan kulit yang asin.
Baca Juga: 5 Alternatif Nasi untuk Sarapan yang Mengenyangkan dan Aman bagi Penderita Asam Lambung
Dengan menghindari daftar makanan tersebut, penderita dapat meminimalisir risiko kambuhnya nyeri ulu hati dan menjaga kesehatan lambung tetap terjaga.
(*Sari)
















