Perusahaan Inalum Butuh Pasokan Listrik Besar untuk Smelter di Mempawah

Penampakan dari atas proyek smelter alumina di Mempawah (Dok. Ist)
Penampakan dari atas proyek smelter alumina di Mempawah (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MEMPAWAH – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar untuk mendukung proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Kebutuhan energi ini menjadi faktor krusial guna memastikan operasional smelter berjalan stabil dan berkelanjutan.

Head of Business Development and Strategy Group Inalum, Al Jufri, mengatakan Inalum berencana membuka lelang pembangunan pembangkit listrik captive atau captive power plant untuk memenuhi kebutuhan listrik smelter tersebut.

Pembangunan pembangkit tidak dilakukan langsung oleh Inalum, melainkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Inalum nggak bangun pembangkitnya, kita kerja sama sama salah satu, tadi kan saya bilang ada proses bidding sekarang kan. Nanti siapa pemenangnya, nanti kita beli dari situ. Ada beberapa pemain di domestik kan,” kata Jufri di Jakarta, pada Kamis (18/12/2025).

Baca Juga: Progres Tembus 98 Persen, Smelter Alumina Mempawah Bakal Disuntik Modal Danantara

Menurut Jufri, kebutuhan listrik untuk proyek SGAR Fase 2 di Mempawah mencapai 1,2 Giga Watt (GW). Pasokan listrik tersebut akan dibagi ke dalam enam unit pembangkit, masing-masing berkapasitas 200 Mega Watt (MW).

Dari total enam unit, lima unit beroperasi aktif, sementara satu unit disiapkan sebagai cadangan guna menjaga keandalan pasokan listrik saat perawatan dilakukan.

“Umpama ada maintenance kan 200 Mega (MW) maintenance, tapi 1 Giga tetap masuk gitu. Total bisa jadi kalau 1.200, 6 kali 200 gitu ya. 5 operasi, 1 standby. Yang standby ini bisa di-maintenance lah gitu kan. Kira-kira seperti itu. Yang 1.200 itu ceritanya seperti itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengungkapkan kebutuhan listrik riil untuk proyek SGAR Fase 2 di Mempawah berada di angka 932 MW. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.