269 KK Terdampak Longsor Cilacap Akan Direlokasi, Kepala BNPB: Pastikan Lahan Baru Aman!

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdialog dan menyerahkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dengan warga terdampak longsor yang mengungsi di Balai Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Senin (17/11).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdialog dan menyerahkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dengan warga terdampak longsor yang mengungsi di Balai Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Senin (17/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, CILACAP – Penanganan bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, mulai memasuki persiapan fase pemulihan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta Pemkab Cilacap tidak larut dalam masa tanggap darurat dan segera menyiapkan langkah transisi.

Baca Juga: Kawasan Masih Rawan, BNPB Siapkan Relokasi 28 Keluarga Korban Longsor Cilacap

Fokus utama pemulihan ini adalah relokasi bagi 269 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.

Warga tersebut kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun longsor atau karena rumah mereka berada di kawasan risiko ancaman tinggi.

Relokasi dinilai sebagai keharusan, mengingat analisis Badan Geologi menyatakan wilayah terdampak masih berpotensi mengalami gerakan tanah susulan.

Wilayah ini masuk zona prakiraan gerakan tanah menengah dengan morfologi perbukitan curam dan tanah pelapukan tebal yang jenuh air.

Kepala BNPB mengapresiasi kesigapan Pemkab Cilacap yang telah menemukan calon lahan relokasi.

“Saya senang di Cilacap ini Pak Bupati sigap mencari lahan relokasi bagi warga terdampak. Laporan yang saya terima, lokasinya sudah ada dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer,” kata Suharyanto di Majenang, Senin (17/11).

Meski demikian, Suharyanto memberikan satu syarat mutlak: keamanan lahan baru. Ia menegaskan agar tidak ada kompromi terkait keselamatan warga di lokasi hunian yang baru.