Bukan Cuma Hamil, Ini 5 Alasan Ilmiah Anda Sering Mual di Pagi Hari

"Sering mual di pagi hari padahal tidak hamil? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari asam lambung (GERD), gula darah rendah, dehidrasi, hingga stres."
Sering mual di pagi hari padahal tidak hamil? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari asam lambung (GERD), gula darah rendah, dehidrasi, hingga stres. (Dok. Ist)

Akibatnya, asam lambung yang korosif dapat mengiritasi lapisan kerongkongan sepanjang malam, menyebabkan Anda bangun dengan tenggorokan panas, rasa asam, dan mual yang signifikan.

3. Dehidrasi

Setelah tidur semalaman, tubuh Anda secara alami mengalami dehidrasi ringan.

Anda kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat tanpa adanya asupan air pengganti.

Ilmiahnya: Dehidrasi menyebabkan volume darah sedikit menurun.

Untuk mengimbanginya, tubuh Anda dapat memicu beberapa respons, termasuk pelepasan hormon vasopresin.

Kondisi kekurangan cairan ini dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan menurunkan aliran darah ke otak, yang seringkali bermanifestasi sebagai pusing, sakit kepala ringan, dan mual.

4. Stres dan Kecemasan (Koneksi Otak-Usus)

Pernah merasa “mulas” atau “eneg” saat gugup? Ini adalah bukti nyata adanya koneksi otak-usus (gut-brain axis).

Jika Anda bangun dengan perasaan cemas memikirkan pekerjaan, tenggat waktu, atau masalah pribadi, tubuh Anda merespons secara fisik.

Ilmiahnya: Saat Anda stres, sistem saraf simpatik Anda aktif dan melepaskan hormon stres (terutama kortisol) ke dalam aliran darah.

Lonjakan kortisol di pagi hari ini dapat secara langsung memengaruhi sistem pencernaan, memperlambat pengosongan lambung, atau meningkatkan kontraksi usus, yang semuanya dapat diterjemahkan oleh otak sebagai rasa mual.

5. Perubahan Hormonal (Kehamilan)

Tentu saja, alasan paling terkenal ini tidak bisa dikesampingkan karena landasan ilmiahnya sangat kuat.

Dikenal sebagai morning sickness, mual di pagi hari adalah gejala klasik awal kehamilan.

Ilmiahnya: Setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim, tubuh mulai memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam jumlah besar.

Peningkatan pesat kadar hCG, bersama dengan lonjakan estrogen dan progesteron, diyakini berdampak langsung pada “pusat mual” di otak.

Hormon-hormon ini juga dapat mengendurkan otot-otot saluran pencernaan, yang berkontribusi terhadap refluks dan rasa mual.

Baca Juga: 4 Tips Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung dan GERD, Wajib Konsultasi Dokter

(*Mira)