Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan secara resmi melepas keberangkatan 1.858 calon jemaah haji Kalbar untuk musim haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Prosesi pelepasan ini berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar di Kota Pontianak pada Senin (4/5/2026), sebagai penanda dimulainya rangkaian perjalanan ibadah para jemaah menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Batam.
Baca Juga: Avtur Melonjak 70 Persen, Lion Air Patok Tarif Penerbangan Haji Kalbar di Angka Rp13,3 Miliar
Kuota jemaah haji Kalbar pada tahun ini terdiri atas 1.749 jemaah reguler, 93 jemaah prioritas lanjut usia (lansia), 7 perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 9 Petugas Haji Daerah.
Berdasarkan sebaran per wilayah, Kota Pontianak mendominasi dengan 1.474 jemaah reguler dan 25 lansia.
Rincian wilayah lainnya meliputi Singkawang, Kubu Raya, Sintang, Mempawah, Ketapang, Sambas, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, hingga Kapuas Hulu yang mencatatkan 1 jemaah reguler dan 5 lansia.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab besar pemerintah, tidak hanya secara administratif tetapi juga dari sisi pelayanan kemanusiaan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Gubernur.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), total calon jemaah haji Kalbar terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yaitu BTH-14 hingga BTH-18. Pemberangkatan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 10 Mei 2026.
Seluruh jemaah akan diterbangkan menuju Batam menggunakan pesawat Lion Air sebelum melanjutkan perjalanan udara ke Jeddah menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines.
Baca Juga: Pemprov Evaluasi Tender Rp13,3 Miliar, Sekda Tuntut Negosiasi Biaya Penerbangan Haji Kalbar 2026
Sebanyak 231 jemaah asal luar Kota Pontianak yang tergabung dalam Kloter 14 dan 18 diwajibkan menginap sementara di Asrama Haji Pontianak.
Ria Norsan secara khusus mengingatkan seluruh calon haji untuk menjaga kondisi kesehatan dan kekompakan selama berada di Arab Saudi, mengingat ibadah haji menuntut fisik dan mental yang prima.
















