Peringatan Hari Pahlawan di Pontianak: Wawali Bahasan Ajak ASN Tak Persulit Urusan Warga

Siswa-siswi mengucapkan pesan-pesan dari para pahlawan pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan.
Siswa-siswi mengucapkan pesan-pesan dari para pahlawan pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan. Foto: HO/Faktakalbar.id

Ia menyuarakan pesan Pangeran Antasari yang berbunyi: ‘Hidup Untuk Rakyat, Mati Untuk Kehormatan’.

Menurut Rajiv, pesan ini bermakna sebagai wujud pengabdian tanpa pamrih dan mengajarkan agar tidak hanya fokus pada kepentingan pribadi.

“Kita hidup ini harus mengutamakan kepentingan orang banyak, bukan hanya untuk diri sendiri. Hidup untuk rakyat dan mati untuk kehormatan berarti kita berdiri di atas kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

“Dengan meneladani nilai perjuangan pahlawan, kita bisa lebih peduli terhadap sesama dan berkontribusi bagi masyarakat,” tutur Rajiv.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani dan menumbuhkan semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai anak bangsa, kita diharapkan dapat mengisi dan meneruskan perjuangan para pahlawan dengan berdedikasi di mana pun dan apa pun profesi kita. Jiwa kepahlawanan harus tetap hidup, baik menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Bahasan secara khusus berpesan agar semangat kepahlawanan tercermin dalam pelayanan publik, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak.

“Bantu masyarakat, permudah urusannya, jangan mempersulit. Tingkatkan pelayanan dan perbaiki kinerja secara berkelanjutan sepanjang masa,” ucapnya.

“Semangat para pahlawan tidak akan pernah pudar. Mereka telah mendedikasikan pikiran dan hati untuk kita semua, bahkan memiliki pandangan visioner untuk masa depan bangsa,” imbuhnya.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Pontianak ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada keluarga ahli waris para pahlawan.

Baca Juga: 5 Alasan Kontroversial Kenapa Soeharto Dianggap Tak Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Surya Atmadi (55), ahli waris dari Atmo Umar, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Pemkot Pontianak.

“Ini sebenarnya merupakan bentuk penghargaan. Kami, pihak keluarga, sangat berterima kasih karena masih ada perhatian dari pemerintah. Syukur alhamdulillah,” katanya.

Surya menceritakan, almarhum ayahnya merupakan salah satu pejuang yang turut berjuang melawan penjajahan di daerah Ngabang.

“Yang saya ketahui, beliau berjuang di daerah Ngabang. Beliau ikut melawan penjajahan Jepang dan Belanda,” tuturnya.

(*Red)