Setelah pencarian kembali, korban akhirnya ditemukan di sebuah kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
Pihak kepolisian, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menjelaskan kronologi penemuan jasad.
“Korban sudah tidak berada di rumah sejak dua hari sebelumnya dan kemudian pihak keluarga berusaha mencari korban, namun tidak menemukan keberadaannya. Setelah dilakukan pencarian kembali, akhirnya korban ditemukan di kebun milik warga yang berada sekitar 200 meter dari rumahnya, dalam kondisi sudah meninggal dunia,” jelas Ade.
Dari keterangan keluarga, korban memang sudah mengalami pikun karena faktor usia. Bahkan, Satrawi beberapa kali sempat meninggalkan rumah dan tidak bisa kembali sendiri.
“Informasi dari keluarga, korban sudah tiga kali sebelumnya pergi meninggalkan rumah dan tidak tahu jalan pulang. Kondisi kesehatan korban juga sudah menurun,” tambah Ade.
Polisi menduga, penyebab meninggalnya korban berkaitan dengan faktor usia dan sakit yang dideritanya. Situasi tersebut diperparah karena korban tersesat dan tidak mendapatkan pertolongan.
“Dugaan sementara korban meninggal karena sakit dan usia lanjut. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Ade.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau keluarga dan masyarakat sekitar agar lebih memperhatikan anggota keluarga yang sudah lanjut usia, terutama yang mengalami gangguan daya ingat.
“Perhatian dari keluarga sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutup Ade.
Penemuan jasad pria lansia ini diharapkan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga dan memperhatikan para anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
Baca Juga: Penemuan Mayat di Sungai Kapuas Gemparkan Warga Tempunak Sintang
(*Red)





















