Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Warga di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan kondisi air Sungai Retok yang mengalami penurunan kualitas drastis.
Air sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat kini tampak semakin keruh dan dinilai sudah tidak layak untuk digunakan.
Baca Juga: PR Dirut Baru PDAM: Atasi Air Keruh Hingga Ciptakan Inovasi
Perubahan warna air yang signifikan ini membuat warga resah, mengingat sungai tersebut merupakan sumber air utama untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketergantungan masyarakat pinggiran sungai terhadap sumber air ini masih sangat tinggi. Mayoritas warga memanfaatkannya untuk keperluan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), bahkan untuk aktivitas membersihkan diri seperti menggosok gigi.
Ancam Kesehatan Warga
Tercemarnya sungai ini memicu kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan. Penggunaan air yang tidak higienis secara terus-menerus berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kulit maupun gangguan kesehatan lainnya bagi masyarakat yang memanfaatkannya secara langsung.
Warga menyayangkan lambannya respons pihak berwenang. Padahal, fenomena keruhnya air ini bukan kali pertama terjadi.
Masalah ini merupakan kejadian berulang yang terus dirasakan masyarakat, namun hingga kini belum ada solusi konkret atau tindak lanjut nyata dari dinas terkait untuk memperbaiki kondisi air Sungai Retok.
















