Warga Keluhkan Air Keruh Akibat PETI, Kapolsek Sungai Laur Sibuk Cek Lahan Jagung

Kapolsek Sungai Laur dan GM PT MBK mengecek lahan jagung di tengah keresahan warga soal pencemaran sungai akibat PETI. (Dok. Ist)
Kapolsek Sungai Laur dan GM PT MBK mengecek lahan jagung di tengah keresahan warga soal pencemaran sungai akibat PETI. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Warga Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, kembali dibuat resah dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela.

Baca Juga: Razia PETI di Ketapang Bocor, Kapolres: Pekerja Tambang Lari ke Hutan

Di tengah keluhan warga yang menghirup debu dan mandi air keruh, Kapolsek Sungai Laur justru terlihat sibuk mendampingi pihak perusahaan untuk mengecek lahan pertanian jagung.

Pada Senin (14/07/2025), Kapolsek Sungai Laur AKP Elman Pasaribu bersama General Manager PT Mulia Bhakti Kahuripan (MBK), Hendra Hartanto, melakukan pengecekan lahan seluas satu hektar di Desa Sukaramai yang akan digunakan untuk program penanaman jagung hibrida.

Kegiatan itu disebut sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan dan pihak swasta dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kapolsek bahkan menyampaikan apresiasinya terhadap PT MBK dan berharap kegiatan tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Namun di sisi lain, jeritan warga soal PETI justru terdengar makin nyaring.

Baca Juga: MTQ ke-32 Ketapang Resmi Dibuka di Sungai Laur, Dimeriahkan Atraksi Drumband dan Drama Kolosal

Air sungai yang dulunya jernih kini setiap hari berubah keruh pekat. Salah satu warga berinisial BS mengaku kecewa karena aktivitas ilegal ini berjalan terus seolah tanpa kendali.