-
Biaya Langganan: Pengguna harus membayar sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp 90.000.
-
Keuntungan Utama: Selain menghapus iklan dari awal pembukaan aplikasi dan sela-sela video FYP, pelanggan juga bisa mematikan pelacakan data untuk kebutuhan iklan personalisasi.
-
Catatan Sponsor: Meskipun iklan resmi dari TikTok hilang, pengguna berbayar masih tetap bisa melihat konten sponsor langsung dari kreator, seperti video endorse atau unggahan bertanda “#ad”.
-
Ketersediaan: Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan bagi pengguna yang telah berusia minimal 18 tahun di Inggris.
Dipicu Aturan Privasi Data
Baca Juga: TikTok Luncurkan Fitur Shared Collections dan Shared Feeds untuk Nonton Bareng Teman
Peluncuran paket langganan ini bukan sekadar inovasi fitur, melainkan respons terhadap aturan privasi data baru di Inggris.
Model ini dikenal sebagai sistem “consent or pay”, di mana pengguna diberi pilihan untuk tetap menggunakan layanan secara gratis dengan menyetujui penggunaan data pribadi untuk iklan, atau membayar demi privasi yang lebih tinggi.
Pakar media sosial, Matt Navarra, menilai tren ini dapat menciptakan “internet dua kelas”.
Satu versi internet lebih privat bagi mereka yang mampu membayar, dan versi lainnya tetap penuh dengan iklan personalisasi bagi pengguna biasa.
Meskipun menghadirkan paket berbayar, TikTok menegaskan bahwa sistem iklan mereka tetap krusial dalam mendukung ekosistem bisnis kecil (UKM) di Inggris untuk menjangkau pelanggan baru.
(*Drw)





















