Faktakalbar.id, TEKNO – Era kecerdasan buatan (AI) di ekosistem Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp, Threads) akan segera memasuki babak baru. Jika sebelumnya AI hanya berfungsi sebagai teman mengobrol atau alat edit gambar, kini Meta sedang mengembangkan AI Agent melalui proyek internal yang diberi kode “Hatch”.
Berbeda dengan chatbot konvensional, AI Agent ini memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan (action) secara langsung atas nama pengguna dengan arahan yang minimal.
Baca Juga: Perang Talenta AI: Apple Siapkan Bonus Saham Rp6,7 Miliar Agar Karyawan Tak Pindah ke Meta & OpenAI
Mengenal Proyek Hatch: Terinspirasi dari Teknologi Agentic
Laporan dari The Information dan Financial Times menyebutkan bahwa proyek Hatch terinspirasi oleh teknologi OpenClaw milik OpenAI.
Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menjalankan tugas kompleks lintas aplikasi tanpa perlu perintah manusia secara terus-menerus.
Bahkan, CEO Meta Mark Zuckerberg dikabarkan telah mencoba melatih sistem ini menggunakan aktivitas kesehariannya sendiri untuk mengotomatisasi pekerjaan pribadinya.
















