Menurut dia, transparansi penting dilakukan guna menjaga integritas olahraga dan mencegah masuknya dana ilegal dalam kegiatan resmi berskala nasional.
“Kami meminta Kemenpora tidak tinggal diam dan segera melakukan audit terhadap seluruh sumber pendanaan penyelenggaraan Proliga 2026 di Pontianak. Jangan sampai event olahraga nasional justru dijadikan sarana pencucian uang atau legitimasi dana yang berasal dari aktivitas ilegal,” kata Febyan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Mei 2026.
LI BAPAN Kalbar menduga terdapat indikasi aliran dana yang berasal dari aktivitas tambang ilegal serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Namun, lembaga itu belum membeberkan secara rinci pihak-pihak yang diduga terlibat.
Menurut Febyan, audit harus dilakukan secara independen dan terbuka, terutama apabila terdapat keterlibatan fasilitas negara, dukungan pemerintah daerah, maupun pihak yang memiliki hubungan dengan aktivitas usaha pertambangan yang diduga bermasalah secara hukum.
Baca Juga: Satgas PKH Kejar Perusahaan, Tambang Ilegal Masih Marak
Selain meminta audit dari Kemenpora, LI BAPAN Kalbar menyatakan akan menyiapkan laporan resmi kepada sejumlah pemangku kepentingan terkait dugaan tersebut. Laporan itu, kata dia, akan disertai data awal dan informasi yang dinilai layak ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.
“Kami tidak ingin olahraga dijadikan tameng untuk menyamarkan asal-usul dana. Jika memang seluruh pembiayaan bersih dan sesuai aturan, tentu audit tidak perlu ditakuti,” ujar dia.
LI BAPAN Kalbar menegaskan langkah tersebut bukan untuk menghambat perkembangan olahraga di Kalimantan Barat. Mereka menyebut pengawasan publik diperlukan agar setiap kegiatan berskala nasional berjalan secara bersih, transparan, dan tidak terafiliasi dengan praktik ilegal.
(Tim)





















