Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kerapnya kalimantan barat menjadi tuan rumah ajang kejuaran proliga voli nasional diduga menjadi modus pencucian uang dari aliran dana aktivitas tambang ilegal, sehingga LI BAPAN kalbar meminta Kementrian Pemuda Dan Olahraga untuk melakukan audit terhadap penyelanggaraan proliga di tahun 2026.
Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN) Kalimantan Barat meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melakukan audit menyeluruh terhadap penyelenggaraan Proliga 2026 di Pontianak.

Permintaan itu disampaikan menyusul dugaan adanya penggunaan “anggaran misterius” dalam pelaksanaan ajang olahraga nasional tersebut.
Baca Juga: Proliga Bola Voli 2026 Resmi Dibuka di Pontianak, Dihadiri Pejabat Nasional dan Internasional
Ketua LI BAPAN Kalbar, Stevanus Febya Babaro, mengatakan audit diperlukan untuk memastikan seluruh sumber pendanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.





















