Wisatawan Diimbau Waspada: Gelombang Panas Ekstrem Melanda Malaysia dan Thailand

"Pernah merasa sangat gerah sebelum hujan turun? Temukan penjelasan ilmiah kenapa saat mau hujan kita justru kepanasan dan keringat sulit menguap di sini."
Wisatawan yang melintasi kawasan wisata saat gelombang panas ekstrem melanda Thailand. Dengan indeks panas mencapai 52 derajat Celsius di Bangkok, otoritas mewajibkan turis untuk menggunakan ruang pelarian panas dan membatasi kegiatan di luar ruangan guna menghindari risiko kematian akibat heat stroke. (Dok. Ist)

Status “Bahaya Ekstrem” di Thailand

Kondisi di Thailand bahkan dilaporkan jauh lebih mengkhawatirkan. Pada 4 Mei lalu, indeks panas di Kota Bangkok melonjak drastis hingga melampaui 52 derajat Celsius. Angka ini secara resmi masuk ke dalam kategori “bahaya ekstrem”.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) merilis peringatan risiko tinggi terhadap penyakit terkait panas yang dapat mengancam nyawa.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mendirikan lebih dari 300 titik “ruang pelarian panas” di seluruh penjuru Bangkok agar warga dan turis dapat mendinginkan diri.

Wisatawan disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dan segera mencari pertolongan jika merasakan gejala heat stroke seperti pusing atau detak jantung yang berpacu cepat.

Tantangan di Tengah Lonjakan Turis

Cuaca ekstrem ini menjadi tantangan besar bagi industri pariwisata kedua negara yang sebenarnya sedang menunjukkan pertumbuhan impresif.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, Malaysia masih memimpin sebagai destinasi yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara dengan raihan 10,6 juta turis (naik 5 persen).

Sementara itu, Thailand membuntuti di posisi kedua dengan total 9,3 juta kunjungan.

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa fenomena ini harus disikapi dengan serius agar tidak berdampak pada keselamatan publik maupun angka kunjungan jangka panjang di kawasan tersebut.

Baca Juga: Turis Mulai Tinggalkan 10 Destinasi Wisata Populer Ini