Lima Pendaki Terluka Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Lima pendaki terluka dan dua diduga tewas akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara saat beraktivitas di kawasan yang telah ditutup.
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, HALMAHERA UTARA – Peristiwa erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT mengakibatkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) langsung diterjunkan untuk melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di kawasan gunung tersebut.

Baca Juga: Semburkan Abu 500 Meter, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Waspada Level II

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II atau Waspada. Gunung api ini telah mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak akhir Maret lalu dengan rata-rata 95 kejadian erupsi.

Pada letusan kali ini, hasil pengamatan menunjukkan kolom abu erupsi berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal. Ketinggian kolom abu terpantau mencapai sekitar 10.000 meter dan disertai dentuman dari skala lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter selama 967,56 detik. Dampak sebaran abu vulkanik terpantau hingga ke wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu. Tim BPBD terus berkoordinasi dengan Pos Pantau Gunung Dukono, potensi SAR, tenaga medis, unsur TNI dan Polri, serta masyarakat setempat untuk memutakhirkan data kondisi warga dan pendaki di area terdampak.

Menjelang siang hari, tim SAR gabungan memfokuskan operasi pada penyisiran jalur pendakian guna menyelamatkan pendaki yang terjebak dalam situasi darurat. Dari hasil koordinasi lintas instansi, terdapat laporan sementara yang menyebutkan dua wisatawan diduga meninggal dunia. Informasi korban jiwa tersebut saat ini masih dalam proses verifikasi ketat oleh pihak Basarnas di lapangan.

Sesaat setelah erupsi Gunung Dukono terjadi, BNPB bersama Badan Geologi segera mengevaluasi situasi. Badan Geologi menyatakan telah memberikan peringatan dini secara rutin terkait peningkatan bahaya vulkanik. Menindaklanjuti peringatan tersebut, Kementerian Pariwisata sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan dan penutupan kawasan pendakian untuk mengantisipasi risiko keselamatan pengunjung.