Taufik Hidayat Desak Evaluasi Menyeluruh di PBSI: Fokus pada Teknik dan Mental Bertanding

Legenda bulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat resmi menjabat sebagai komisaris PLN Energi Primer Indonesia sejak akhir Juni 2025. (Dok. Ist)
Taufik menegaskan komitmen PBSI untuk mengevaluasi sistem kepelatihan secara spesifik demi memperkuat teknik dan mental bertanding atlet Indonesia jelang Indonesia Open Juni mendatang./(Dok. Ist)

FAKTAKALBAR.ID, NASIONAL – Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Taufik Hidayat, memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan besar di tubuh organisasi bulutangkis nasional.

Menyikapi hasil yang kurang memuaskan di Thomas Cup 2026, legenda hidup bulutangkis Indonesia ini menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi total yang menyasar hingga ke akar sistem kepelatihan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pelatnas Cipayung pada Jumat (8/5/2026), Taufik menjelaskan bahwa sorotan utama tidak hanya akan tertuju pada performa individu pemain di lapangan, melainkan pada efektivitas sistem pendukung di belakangnya.

Baca Juga: Taufik Hidayat Desak Evaluasi Menyeluruh di PBSI: Fokus pada Teknik dan Mental Bertanding

“Evaluasi tidak hanya ada pada atlet tapi juga pada sistem kepelatihan. Kami ingin lebih spesifik dari segi teknik dan mental bertanding,” tegas Taufik.

Membangun Mental Juara Dunia

Taufik menekankan bahwa bakat teknik saja tidak cukup untuk bersaing di level elit.

Ia menyoroti pentingnya kematangan psikologis agar para atlet mampu mengatasi tekanan hebat saat menghadapi turnamen-turnamen besar berskala dunia.

“Kami ingin proses evaluasi lebih terarah agar para atlet lebih bisa menghadapi tekanan di level dunia. Kami ingin meningkatkan kapasitas atlet untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” tuturnya.

Bagi peraih emas Olimpiade Athena 2004 ini, mental juara yang solid adalah modal mutlak yang harus dimiliki setiap penggawa Pelatnas.

Pengalaman di Thomas Cup 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi para atlet untuk segera berbenah.