Dukung Target Ekonomi 8%, Kemdiktisaintek Fokuskan Perguruan Tinggi Jadi Motor Hilirisasi Riset

Plt. Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Rakorbangpus RKP 2027 di Jakarta, Kamis (7/5/2026)./Dok. Kemendiktisaintek

FAKTAKALBAR.ID, NASIONAL – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029.

Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial agar Indonesia dapat segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) yang telah dialami selama lebih dari tiga dekade.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) RKP Tahun 2027 yang dihadiri oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mendampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Pemkot Terapkan SPMB Daring di Pontianak Untuk Pemerataan Mutu Pendidikan SD dan SMP

Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Inovasi

Kemdiktisaintek memandang bahwa transformasi ekonomi tidak akan tercapai tanpa ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif.

Perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya sebagai pencetak lulusan, tetapi juga sebagai pusat hilirisasi riset yang memberikan nilai tambah ekonomi.

Strategi ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan meningkat secara bertahap, mulai dari 6,3% pada tahun 2026 hingga menyentuh 7,7% pada 2028, sebelum mencapai target puncak di 2029.

Fokus pada Sektor Strategis dan Pemerataan

Guna mencapai target ambisius tersebut, Kemdiktisaintek memperkuat fokus pada riset terapan di lima sektor utama: