Pelindo Regional 2 Akselerasi Kesiapan Teknis Terminal Kijing: Fokus pada Konektivitas dan Alur Pelayaran

/Dok. Ant

“Diperlukan pengaturan bertahap dalam peralihan dan distribusi trafik kargo, termasuk integrasi fungsi antara Terminal Kijing dan pelabuhan di Pontianak seperti Dwikora. Ini penting agar utilisasi dapat meningkat tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan,” jelas Yanto.

Kebutuhan Kepastian Arus Barang

Untuk menyusun perencanaan layanan yang berkelanjutan, Pelindo memerlukan kepastian mengenai volume dan jenis barang yang akan masuk.

Hal ini krusial untuk menentukan pengaturan operasional yang lebih terukur di lapangan.

“Kami membutuhkan kejelasan pipeline kargo sebagai dasar untuk menyusun perencanaan layanan, mulai dari penyiapan fasilitas hingga pengaturan operasional secara lebih terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Isu Strategis Lintas Sektor

Sejumlah poin penting yang menjadi catatan dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Akses Jalan: Percepatan peningkatan kualitas jalan raya menuju terminal guna menampung kendaraan logistik bertonase besar.

  • Alur Pelayaran: Penataan dan pengerukan (dredging) alur laut agar dapat disandari kapal-kapal berkapasitas besar secara aman.

  • Regulasi: Penyelarasan kebijakan dan perizinan antar kementerian/lembaga untuk meminimalkan hambatan birokrasi.

Dengan memperkuat aspek teknis dan sinergi lintas sektoral, Pelindo Regional 2 optimistis operasional penuh Terminal Kijing akan segera terealisasi.

Kehadiran pelabuhan modern ini diproyeksikan menjadi katalisator efisiensi logistik sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.