Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat kini membuat kelas pekerja semakin sulit menjalani konsep work-life balance atau keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi.
Jaringan internet yang menghubungkan manusia modern selama dua puluh empat jam penuh memampukan para petinggi kantor mengakses interaksi dengan karyawan kapan pun dan di mana pun.
Meskipun konsep fleksibilitas waktu kerja seakan meringankan beban, nyatanya hal tersebut justru memberikan beban emosional kerja tanpa batasan waktu yang jelas bagi para pegawai kantoran.
Baca Juga:Â Sisi Gelap Bekerja di Media yang Jarang Diketahui: Work Life Balance Akan Direnggut Paksa
Tekanan Mental di Tengah Gempuran Media Sosial
Perubahan total lanskap bisnis akibat perkembangan media sosial memaksa kelas pekerja untuk selalu beradaptasi dengan inovasi teknologi terbaru secara cepat.
Para karyawan kini selalu merasa waswas jika suatu saat teknologi baru seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menggantikan relevansi posisi mereka.
Perusahaan terus menuntut produktivitas, efisiensi, dan pertumbuhan yang tinggi, namun mereka sering kali mengesampingkan kesehatan mental maupun fisik para pekerjanya.
















