Kiamat Work-Life Balance, AI Bakal Jadi Bos Galak

Ilustrasi - Masa depan pekerja kantoran makin berat! CEO Nvidia ramalkan AI bakal jadi bos yang micromanaging dan bikin pegawai makin sibuk. Cek ulasannya di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Masa depan pekerja kantoran makin berat! CEO Nvidia ramalkan AI bakal jadi bos yang micromanaging dan bikin pegawai makin sibuk. Cek ulasannya di sini. (Dok. Ist)

AI Diramal Akan Melakukan Micromanaging Secara Ekstrem

CEO Nvidia, Jensen Huang, meramalkan bahwa masa depan dunia kerja akan jauh lebih berat ketika teknologi AI benar-benar mendominasi.

Teknologi tersebut diprediksi akan berubah fungsi layaknya seorang bos dengan sifat micromanaging yang sangat mengganggu.

Huang menjelaskan bahwa agen AI akan terus-menerus mengelola karyawan secara mikro dan membuat pegawai jauh lebih sibuk daripada sebelumnya karena teknologi tersebut akan menempel sepanjang waktu.

Baca Juga: Inspirasi Literasi, 5 Bukti Semangat Kartini Terus Hidup dalam Jiwa Jurnalis Perempuan

Ledakan Lapangan Kerja di Akhir Revolusi Industri

Meskipun memberikan tekanan yang lebih tinggi, Jensen Huang mencatat bahwa kehadiran AI juga akan membawa dampak positif bagi efisiensi kerja karena manusia bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu singkat.

Huang menegaskan bahwa perusahaan yang memiliki pandangan visioner justru akan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia dengan kehadiran AI.

Ia memprediksi bahwa jumlah orang yang bekerja di akhir revolusi industri ini akan jauh lebih banyak daripada saat awal kemunculannya.

(*Sr)