Landak  

Tim Gegana Brimob Polda Kalbar Lakukan Pemusnahan Granat di Landak

Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar bersiap melakukan proses peledakan granat tangan peninggalan zaman penjajahan di area perkebunan kelapa sawit Desa Darit.
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar bersiap melakukan proses peledakan granat tangan peninggalan zaman penjajahan di area perkebunan kelapa sawit Desa Darit. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, LANDAK — Tim Gegana Penjinak Bom (Jibom) Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melakukan kegiatan pemusnahan granat di Landak secara aman dan terkendali.

Tindakan peledakan atau disposal granat tangan aktif tersebut dilaksanakan di sebuah area perkebunan kelapa sawit milik warga bernama Eko yang terletak di Dusun Pemantas Desa Darit Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Tim Jibom Polda Kalbar Lakukan Pemusnahan Mortir Temuan Warga di Sungai Beduai Sanggau

Berdasarkan informasi resmi dari kepolisian, benda peledak mematikan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada hari Kamis (15/1/2026) di kawasan Dusun Jatak Desa Bagak.

Setelah penemuan tersebut dilaporkan, pihak kepolisian segera mengamankan lokasi benda berbahaya itu hingga tim ahli penjinak bom dari Polda Kalimantan Barat tiba untuk melakukan eksekusi pemusnahan.

Operasi pemusnahan granat di Landak ini dipimpin secara langsung oleh Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Rubianto bersama dua anggota spesialis dari Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar.

Proses peledakan tersebut juga diawasi dan disaksikan langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Menyuke Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Nyoman Astika beserta jajaran anggotanya untuk memastikan seluruh prosedur standar operasional berjalan tanpa hambatan.

Mewakili Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Landak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Devi Ariantari, Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika memberikan keterangan langsung di lokasi pemusnahan.

Ia menjelaskan bahwa granat tangan yang berhasil diledakkan tersebut diperkirakan kuat merupakan sisa-sisa amunisi peninggalan pada zaman penjajahan dahulu yang masih tertinggal.

Baca Juga: Tim Jibom Polda Kalbar Lakukan Pemusnahan Mortir Temuan Warga di Sungai Beduai Sanggau

Demi menjamin keselamatan warga sekitar selama proses peledakan, pihak kepolisian telah melakukan sterilisasi area secara ketat sesuai dengan standar penanganan bahan peledak.

“Sebelum kegiatan ini dilaksanakan kami telah menyampaikan ijin kepada Kepala Desa beserta Kadus setempat dan kami laksanakan pengamanan area dispolsal,” ujar I Nyoman Astika.

Lebih lanjut, ia juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya sisa bahan peledak di wilayah mereka.