May Day 2026, Gubernur Ria Norsan Sebut Kesejahteraan Pekerja di Kalbar Adalah Harga Mati

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat memberikan peringatan kepada perwakilan perusahaan dan serikat buruh terkait aturan ketenagakerjaan di Kantor Gubernur.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri dan para pengusaha: bayarlah upah mereka sebelum keringatnya kering. Bahkan setiap tanggal 5, saya turun langsung mengecek apakah tenaga outsourcing di lingkungan kita sudah menerima haknya. Jika mereka yang membantu kerja kita sehari-hari saja belum sejahtera, maka kita telah gagal sebagai pemimpin. Bayangkan seorang pekerja yang jatuh sakit atau mengalami musibah. Tanpa perlindungan, keluarganya akan kehilangan masa depan. Dengan iuran yang tak seberapa ini, kita bisa memberikan harapan senilai ratusan juta rupiah bagi mereka. Ini adalah cara kita memanusiakan manusia, memastikan solidaritas tanpa batas itu benar-benar hadir di lapangan, bukan hanya di atas kertas,” tegasnya.

Momentum May Day 2026 ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi tripartit antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Baca Juga: FSPM Independen Serukan Pekerja Media Berserikat Lawan Ancaman PHK di May Day 2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus membuka ruang dialog secara humanis dan memberikan kepastian status bagi para pekerja.

“Hari ini, 1 Mei, mari kita hapus semua sekat. Saya ingin May Day di Kalbar menjadi hari di mana pekerja merasa bangga dan dihargai. Kita akan berjuang bersama agar keadilan ini bukan hanya milik mereka yang diatas, tapi milik setiap orang yang mencangkul di ladang, bekerja di pabrik, dan membangun gedung-gedung kita. Kesejahteraan kalian adalah perjuangan saya,” pungkas Ria Norsan.

(*Red)