“Silakan keliling, lakukan dokumentasi, dan susun rencana kerja. Jangan menunggu perintah bupati,” tegasnya.
Alexander mengapresiasi kinerja Dinas PUTR yang belakangan ini telah merespons dan mengeksekusi sejumlah perbaikan jalan berlubang serta normalisasi drainase tersumbat.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembenahan keluhan infrastruktur di Ketapang merupakan tugas pokok dan fungsi mutlak dinas teknis yang memegang 50 persen keberhasilan visi pembangunan daerah, bukan sebuah aksi simbolis semata.
“Kalau saya yang turun langsung memperbaiki, nanti dibilang pencitraan. Tapi kalau dinas yang bekerja, itu memang tugasnya,” ujarnya.
Usai memberikan pengarahan strategis di Dinas PUTR, bupati melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan peninjauan operasional ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang guna mengukur kualitas layanan publik secara keseluruhan.
“Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan kepada masyarakat, apakah mengalami peningkatan atau justru penurunan,” pungkasnya.
(*Red)










