“Keberhasilan menjaga ketertiban tidak bisa hanya bergantung pada aparat. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya edukasi dari generasi muda, untuk membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya keamanan lingkungan,” jelas Budi.
Dialog lintas elemen ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana teoritis.
Para mahasiswa didorong untuk langsung mempraktikkan pendekatan sosial begitu mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing.
Kesamaan persepsi antara aparat dan warga sipil diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan iklim Kubu Raya yang aman, tertib, dan jauh dari gesekan sosial.
Baca Juga: Menteri LH Sambangi Kubu Raya, Cek Kesiapan Hadapi Dampak Kemarau
(Mira)
















