Faktakalbar.id, SEKADAU – Insiden tragis jatuhnya helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026), memakan delapan korban jiwa.
Baca Juga: Kapolda dan Gubernur Kalbar Sampaikan Duka Cita, Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Diidentifikasi
Seluruh korban yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Helikopter nahas tersebut dikemudikan oleh Capt. Marindra Wibowo yang didampingi kopilot Harun Arasyid. Sementara enam penumpang lainnya diketahui bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan kronologi, helikopter milik KPN Plantation itu lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada pukul 08.34 WIB.
Lima menit mengudara tanpa indikasi gangguan, helikopter dilaporkan hilang kontak.
Sistem COSPAS-SARSAT kemudian mendeteksi sinyal darurat (distress signal) pada pukul 13.09 UTC yang memicu pengerahan tim gabungan untuk proses pencarian dan evakuasi.
Di balik kemudi helikopter tersebut, Capt. Marindra Wibowo bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan penerbang helikopter senior yang telah mengudara sejak tahun 2002.
Sebelum bergabung dengan KPN Plantation pada Januari 2020 untuk menerbangkan armada Airbus H-130T2, Marindra pernah bertugas di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).
Marindra juga memiliki rekam jejak militer yang kuat. Ia merupakan mantan Perwira Eksekutif (Executive Officer) di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut.
Baca Juga: Delapan Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Tiba di RS Bhayangkara Pontianak untuk Identifikasi
Guna terus mengasah kemampuannya, ia pernah mengikuti berbagai pelatihan penerbangan internasional, termasuk di Airbus Training Center dan Agusta Westland Training Academy di Italia.
Kepergian putra dari purnawirawan TNI, Sudijono, ini meninggalkan duka mendalam. Saat ini, istri dan anak almarhum telah berada di Pontianak untuk menjemput jenazah dan membawanya pulang ke rumah duka di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Jenazah direncanakan akan dimakamkan di kawasan Juanda pada Sabtu (18/4/2026).
Di mata tetangga, almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas namun santun dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Ketua RT setempat, Mohamad Ichwan, menuturkan bahwa Marindra aktif dalam kegiatan lingkungan dan pernah menjabat sebagai penasihat pengurus RT.
“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing, khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosialnya juga bagus,” ujar Ichwan, Jumat (17/4/2026).
Hal senada juga diungkapkan oleh petugas keamanan perumahan setempat yang merasa sangat kehilangan.
















