Densus 88 Nilai Positif Langkah Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tangkal Paham Radikal

"Unit Pencegahan Satgaswil Kalbar Densus 88 AT Polri mengapresiasi agenda Refleksi Kebangsaan Ramadhan gagasan Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya guna mencegah intoleransi. "
Unit Pencegahan Satgaswil Kalbar Densus 88 AT Polri mengapresiasi agenda Refleksi Kebangsaan Ramadhan gagasan Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya guna mencegah intoleransi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kubu Raya menggelar diskusi kebangsaan di tengah suasana bulan suci pada Sabtu (7/3/2026).

Acara bertajuk “Refleksi Kebangsaan Ramadhan” ini dipusatkan di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Ayani 2, Kubu Raya.

Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai wadah bagi generasi muda untuk membentengi diri dari berbagai ancaman ideologi yang menyimpang.

Fokus utama diskusi menyoroti peran strategis pemuda dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan kejahatan siber di era digital.

Baca Juga: Kesbangpol Dorong Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Tameng Tolak Intoleransi dan Radikalisme

Untuk membedah isu tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Dekan FEBI IAIN Pontianak Samsul Hidayat, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kubu Raya Amini Maros, serta perwakilan Unit Pencegahan Satgaswil Kalimantan Barat Densus 88 Anti Teror (AT) Polri, Muhammad Mursid.

Kehadiran inisiatif dari kalangan pemuda ini mendapat respons positif dari pihak kepolisian. Seusai kegiatan, Muhammad Mursid secara langsung menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret PDPM Kubu Raya.

“Saya Muhammad Mursid dari Unit Pencegahan Satgaswil Kalimantan Barat Densus 88 AT Polri, dengan ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada organisasi atau komunitas Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kubu Raya yang telah melakukan inisiasi dalam penyelenggaraan acara ini,” ujar Mursid.

Menurut pandangannya, kegiatan diskusi ini sangat tepat sasaran dan memberikan edukasi berharga bagi kalangan milenial serta Gen-Z di Kalimantan Barat.

Pemuda dianggap memegang peranan vital sebagai ujung tombak dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Intinya ini merupakan kegiatan yang positif, di mana teman-teman semua dapat memberikan kontribusi aktif dalam mencegah intoleransi, ekstremisme, radikalisme, maupun terorisme di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya,” tegasnya.

Selain menjadi sarana edukasi kebangsaan, pertemuan di sore hari tersebut juga dinilai efektif dalam merekatkan tali silaturahmi antarelemen masyarakat di daerah.

Mewakili institusinya, ia berharap sinergi penjagaan keamanan negara ini dapat terus berlanjut.