Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, AHY Targetkan Rampung Pertengahan 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat meninjau langsung proyek pembangunan sentra pendidikan terintegrasi di Kota Singkawang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat meninjau langsung proyek pembangunan sentra pendidikan terintegrasi di Kota Singkawang. (Dok. Ist)

“Tadi disampaikan progres kurang lebih 11 persen. Kita harapkan bisa terus dikejar agar pada 2026 dapat dituntaskan,” katanya.

Dalam proses pelaksanaannya, AHY mengungkapkan adanya sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan ketersediaan tenaga kerja mengingat proyek ini bersifat padat karya.

Terkait alokasi anggaran, setiap lokasi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp240 miliar. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran untuk ketiga proyek di Kalimantan Barat mencapai sekitar Rp750 miliar.

Dari segi rancangan fasilitas, Sekolah Rakyat didesain sebagai sebuah kompleks pendidikan terintegrasi dalam satu kawasan yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fasilitas pendukung yang akan dibangun secara lengkap meliputi ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan lari.

“Kalau melihat blueprint-nya, ini ideal. Dalam satu kompleks ada sentra pendidikan yang lengkap, termasuk fasilitas olahraga. Kapasitasnya bisa menampung hingga 1.200 siswa,” katanya.

Menutup kunjungannya, AHY berharap fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan unggul.

Ia juga menitipkan pesan tegas kepada pelaksana proyek mengenai standar keselamatan dan operasional kerja.

“Boleh kita bekerja cepat, tetapi keselamatan nomor satu dan kualitas konstruksi tidak boleh dinomorduakan. Kita ingin cepat, tapi cepat yang berkualitas,” Pungkasnya.

(*Red)