Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kemudahan akses internet melalui Wi-Fi gratis di ruang publik seperti kafe, taman, atau bandara memang memanjakan pengguna smartphone.
Namun, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan transaksi keuangan digital.
Mengakses mobile banking menggunakan jaringan publik ternyata menyimpan risiko keamanan siber yang sangat tinggi.
Pakar keamanan siber kerap mengingatkan bahwa jaringan terbuka sering kali tidak memiliki enkripsi yang memadai.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Wilayah, Polres Ketapang Ajak Habaib Bersinergi Jaga Kamtibmas
Celah ini menjadi pintu masuk bagi pelaku cyber crime untuk mencuri data pribadi dan finansial pengguna tanpa disadari.
Salah satu ancaman yang paling sering terjadi adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM).
Dalam modus ini, peretas atau hacker menyusup di antara perangkat pengguna dan titik akses internet.
Akibatnya, data sensitif seperti username, kata sandi, hingga PIN transaksi yang dikirimkan ke server bank dapat dicegat dan dibaca oleh pelaku.
Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai keberadaan Rogue Hotspot atau Wi-Fi palsu.
Pelaku kejahatan sering kali membuat jaringan dengan nama yang sangat mirip dengan lokasi tempat korban berada.
















