Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025 menjadi sorotan serius.
Merespons hal tersebut, Operasi Keselamatan Kapuas 2026 resmi digelar mulai hari ini, Senin (2/2/2026), hingga dua pekan ke depan di wilayah Kayong Utara dan sekitarnya.
Berdasarkan data evaluasi tahun 2025 yang dipaparkan dalam dimulainya operasi ini, tercatat sebanyak 1.378 kasus kecelakaan terjadi di seluruh Kalimantan Barat.
Dari jumlah tersebut, dampaknya sangat fatal: 421 nyawa melayang sia-sia di jalan raya, 693 orang mengalami luka berat, dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 6,6 miliar.
Baca Juga: Polres Kayong Utara Amankan Audiensi TKBM Bina Mulia
Wakapolres Kayong Utara, Denny Satria, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah taktis untuk menekan risiko kecelakaan yang masih tinggi.
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, berakhir pada 15 Februari 2026.
“Keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan mendasar. Tingginya angka kecelakaan menuntut langkah nyata untuk menekan risiko dan fatalitas korban,” ujar Denny saat memimpin dimulainya operasi di Mapolres Kayong Utara.
Pendekatan Edukasi, Bukan Sekadar Tilang
Berbeda dengan operasi penegakan hukum biasa, Operasi Keselamatan Kapuas 2026 kali ini lebih menitikberatkan pada pendekatan preemtif dan preventif.
















