Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan pernyataan tegas terkait mangkraknya pengoperasian secara maksimal Pelabuhan Internasional Kijing.
Hal ini disampaikan usai mengikuti peringatan HUT ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Kantor Gubernur pada Rabu (28/1/2026).
Krisantus meminta pihak Pelindo segera memfungsikan pelabuhan yang telah menelan anggaran negara triliunan rupiah tersebut.
Menurutnya, penundaan pengoperasian secara komprehensif telah menyebabkan kerugian besar bagi Kalimantan Barat selama puluhan tahun.
Baca Juga: Wagub Krisantus Desak Pusat Limpahkan Wewenang Izin Wilayah Pertambangan Rakyat ke Daerah
“Saya selalu meminta dan tidak bosan-bosan agar Pelindo itu yang sudah menelan uang negara triliunan rupiah agar segera dioperasikan,” tegas Krisantus.
Kerugian Data Ekspor Kalbar
Krisantus menyoroti fenomena di mana hasil bumi Kalimantan Barat, seperti sawit dan tambang, justru tercatat sebagai produksi daerah lain karena pelabuhan ekspor di Kalbar belum optimal.
Selama ini, banyak komoditas lokal yang dikirim melalui pelabuhan di Dumai, Jakarta, hingga Surabaya.
“Tentu tercatat sebagai hasil buminya Jakarta. Pertanyaan saya, di mana kebun sawit di Jakarta? Di mana tambang di Jakarta? Tetapi mereka ada produksi sawit, ada produksi tambang. Akibat apa? Akibat Kijing belum difungsikan,” cetusnya.
Tanggapan Soal Macet dan Jalan Tol
















