Landak  

Pulihkan Ekosistem Bekas Tambang Ilegal, KSDA Mandor Pakai Metode Botol Air di Musim Kemarau

Anggota Resor KSDA Wilayah Mandor sedang melakukan perawatan tanaman demplot di lahan berpasir bekas tambang kawasan Cagar Alam Mandor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Anggota Resor KSDA Wilayah Mandor sedang melakukan perawatan tanaman demplot di lahan berpasir bekas tambang kawasan Cagar Alam Mandor. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, LANDAK – Anggota Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Mandor terus menggencarkan upaya pemulihan ekosistem di kawasan Cagar Alam Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

Baca Juga: Terpisah dari Induk, Bayi Orangutan “Jani” Dievakuasi dari Kebun Sawit Ketapang

Di tengah kondisi musim kemarau, petugas melaksanakan pemeliharaan intensif pada tanaman demplot yang berada di lahan berpasir bekas aktivitas pertambangan ilegal, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam merehabilitasi habitat kawasan konservasi yang mengalami kerusakan lingkungan.

Mengingat tantangan alam berupa lahan berpasir yang memiliki daya simpan air rendah, petugas menerapkan metode sederhana namun efektif untuk menjaga kelangsungan hidup tanaman.

Metode tersebut dilakukan dengan cara mengisi air ke dalam botol bekas, yang kemudian ditanam di sekitar akar tanaman.

Baca Juga: Pengelolaan TWA Baning Sintang Mulai Dibahas BKSDA

Teknik ini berfungsi menjaga kelembapan tanah (moisture) di sekitar tanaman agar tetap terjaga meski cuaca sedang panas terik.

Selain penyiraman dengan teknik botol, petugas juga rutin melakukan pengecekan fisik tanaman untuk memastikan pertumbuhannya tetap optimal.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman demplot menunjukkan perkembangan yang positif berkat perawatan yang konsisten.

Upaya pemulihan fungsi ekologis di Cagar Alam Mandor ini diakui membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen jangka panjang agar kawasan tersebut dapat pulih kembali secara bertahap.

(FR)