Me Time Bukan Hal Egois, Ini Pentingnya bagi Kesehatan Mental Perempuan

Ilustrasi - Ibarat gawai pintar, manusia juga perlu mengisi ulang daya agar bisa berfungsi optimal kembali. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Ibarat gawai pintar, manusia juga perlu mengisi ulang daya agar bisa berfungsi optimal kembali. (Dok. Ist)

Meningkatkan Kesabaran dan Regulasi Emosi

Kurangnya waktu istirahat sering kali membuat seseorang menjadi mudah marah atau sensitif. Emosi yang tidak stabil ini bisa berdampak buruk pada hubungan dengan pasangan atau anak.

Me time memberi ruang bagi Anda untuk bernapas, menenangkan saraf, dan mengelola emosi agar tidak mudah meledak saat menghadapi masalah sepele.

Menemukan Kembali Jati Diri

Sering kali peran sebagai “Ibu dari…” atau “Istri dari…” membuat perempuan lupa akan identitas dirinya sendiri. Meluangkan waktu untuk melakukan hobi seperti membaca buku, berkebun, atau sekadar minum kopi sendirian membantu Anda terhubung kembali dengan siapa diri Anda sebenarnya di luar peran domestik dan profesional.

Baca Juga: Dampak KBGO Terhadap Kesehatan Mental Korban

Tidak Harus Mahal dan Lama

Me time tidak harus berupa liburan mewah ke luar kota. Anda bisa memulainya dengan hal sederhana, seperti bangun 15 menit lebih awal untuk menikmati teh hangat dengan tenang, mendengarkan musik favorit sambil mandi, atau berjalan kaki santai di sore hari. Kuncinya adalah kualitas dan ketenangan, bukan durasi atau biaya.

Jadi, mulai hari ini, hapus rasa bersalah tersebut. Ingatlah bahwa ibu atau perempuan yang bahagia akan menciptakan suasana rumah dan lingkungan kerja yang jauh lebih positif.

(*Sari)