“Rinciannya, 3.000 pelajar SD menerima masing-masing Rp425.000, 986 pelajar SMP menerima Rp700.000, sementara sisanya berasal dari program Paket A, B, dan C,” papar Alex merincikan besaran bantuan.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang tersebut menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara transparan melalui kerja sama dengan Bank Kalbar.
Sistem yang digunakan berbasis kartu dan tabungan pelajar, yang sekaligus bertujuan untuk mendorong literasi keuangan sejak dini.
Upaya Dongkrak IPM
Alexander Wilyo mengakui bahwa sektor pendidikan di Ketapang masih menghadapi tantangan serius.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ketapang tahun 2024 berada di angka 70,34, yang masih di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Baca Juga: Darurat Hutan Borneo: Kaltim dan Kalbar Juara Deforestasi 2024, Ketapang Masuk 3 Besar Nasional
Oleh karena itu, Kartu Ketapang Pintar hadir melengkapi program bantuan seragam dan alat tulis gratis yang sebelumnya telah menjangkau ribuan siswa.
Tak hanya fokus pada siswa, Pemkab Ketapang juga memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan tenaga pendidik di wilayah pedalaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui perbaikan rumah dinas guru dan pemberian kendaraan roda dua operasional.
“Program ini kami harapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Ketapang,” pungkasnya.
(ra)















