GAPKI Sebut Hilirisasi Takkan Berhasil Jika Produktivitas Industri Sawit Bermasalah

Ilustrasi: Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di salah satu perkebunan. GAPKI menyoroti tantangan penurunan produktivitas di sektor hulu industri sawit. (Dok. Ist)
Ilustrasi: Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Target ambisius pemerintah untuk mencapai produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 100 juta ton pada 2045 dinilai masih jauh dari kenyataan.

Pasalnya, hingga tahun 2024, produksi nasional baru mencapai sekitar 53 juta ton, atau hanya separuh dari sasaran yang dicanangkan.

Baca Juga: Malaysia Dapat Tarif Sawit 0%, Pengamat: Ini yang Harus Dilakukan Indonesia

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan bahwa target realistis GAPKI sendiri untuk 2045 adalah sebesar 92,44 juta ton.

Ia mengingatkan bahwa mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045 harus dibarengi dengan perbaikan mendasar di sektor hulu, yakni produktivitas industri sawit.