3. Pola Tidur dan Nafsu Makan Berubah Drastis
Kesehatan mental dan fisik sangat berkaitan erat. Perhatikan jika pola tidur Anda berubah secara ekstrem, misalnya mengalami insomnia (sulit tidur) berhari-hari atau justru tidur berlebihan (hipersomnia).
Hal yang sama berlaku untuk nafsu makan, baik itu kehilangan selera makan hingga berat badan turun drastis, maupun makan berlebihan sebagai pelarian emosional.
Perubahan fundamental ini sering kali menjadi cerminan dari stres atau tekanan psikis.
4. Sulit Menjalankan Fungsi Sehari-hari
Alarm paling jelas adalah ketika kondisi mental Anda mulai mengganggu kemampuan untuk berfungsi secara normal.
Contohnya, Anda menjadi sulit berkonsentrasi di tempat kerja hingga performa menurun, tidak sanggup lagi mengurus rumah tangga, atau mulai menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sosial.
Ketika tanggung jawab dasar terasa terlalu berat untuk dijalankan, ini adalah waktunya untuk mencari dukungan.
5. Menggunakan Mekanisme Koping yang Merusak
Saat tertekan, wajar jika seseorang mencari cara untuk menenangkan diri.
Namun, jika cara yang Anda gunakan bersifat merusak atau adiktif, ini adalah tanda bahaya. Contohnya adalah ketergantungan pada alkohol, obat-obatan terlarang, belanja kompulsif, atau perilaku merusak lainnya sebagai pelarian dari masalah.
Bantuan profesional dapat membantu Anda menemukan akar masalah dan membangun mekanisme koping yang lebih sehat.
Baca Juga: Lebih Bahaya dari Burnout, Mengenal Fenomena Boreout dan Cara Mengatasinya
(*Mira)





















