Atasi Kemacetan, Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Jam Pengisian BBM untuk Truk di SPBU

Rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kota Pontianak bersama Dinas Perhubungan, Pertamina, dan pemilik SPBU untuk mencari solusi atas masalah antrean panjang kendaraan di wilayah Pontianak.
Rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kota Pontianak bersama Dinas Perhubungan, Pertamina, dan pemilik SPBU untuk mencari solusi atas masalah antrean panjang kendaraan di wilayah Pontianak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengambil langkah tegas untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Melalui Dinas Perhubungan, Pemkot menggelar pertemuan bersama para pemilik SPBU untuk merumuskan solusi antrean SPBU Pontianak yang kerap menimbulkan kemacetan.

Keluhan ini, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Y Trisna Ibrahim, sering membanjiri media sosial dan aplikasi pengaduan publik.

Baca Juga: Mafia Sedot Solar Subsidi Kalbar, Pemprov Malah Usul Tambah Kuota

Warga resah dengan penumpukan kendaraan roda empat hingga angkutan berat yang mengular di sekitar SPBU, mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan.

Persoalan ini dibahas secara mendalam dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Pontianak pada Senin (28/7/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pertamina, BPH Migas, Hiswana Migas, dan para pemilik SPBU, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak.

“Ini sudah menjadi fenomena yang cukup mencolok di Kota Pontianak, terutama di titik-titik SPBU yang sering viral di media sosial karena antrean panjang,” ujar Trisna usai rapat.

Trisna menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari forum sebelumnya yang telah melibatkan asosiasi pengusaha truk, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Organda, TNI, dan Polri.

“Dari sisi para sopir dan pengusaha, mereka menyampaikan berbagai alasan, salah satunya mengejar target waktu dan distribusi. Ini kami rekam sebagai masukan penting,” tambahnya.

Dalam diskusi, terungkap bahwa beberapa SPBU sebenarnya telah menerapkan sistem pendaftaran online (barcode) untuk BBM bersubsidi dengan kuota harian antara 60 hingga 200 kendaraan.

Baca Juga: Sopir Tangki di Sambas Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Solar Perusahaan

Namun, di lapangan, banyak pengemudi datang di luar jadwal karena khawatir kehabisan jatah, sehingga antrean tetap menumpuk.