Minyak Sawit & Perikanan RI Bakal Banjiri Eropa, Ekspor Barang RI Bisa 0%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bersalaman dengan EU Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šefčovič, seusai pertemuan kunci di Brussels, Sabtu (7/6/2025). (Dok. airlanggahartarto_official)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bersalaman dengan EU Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šefčovič, seusai pertemuan kunci di Brussels, Sabtu (7/6/2025). (Dok. Instagram/airlanggahartarto_official)

Uni Eropa juga menyepakati level playing field untuk ekspor perikanan Indonesia, setara dengan negara ASEAN lain seperti Thailand dan Filipina.

Terkait kebijakan deforestasi, Komisioner Maroš menjanjikan perlakuan khusus yang berdampak positif bagi ekspor produk hasil hutan Indonesia.

Dampak Ekonomi

Nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai USD30,1 miliar pada 2024, dengan surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat dari USD2,5 miliar (2023) menjadi USD4,5 miliar (2024).

IEU CEPA diharapkan meningkatkan ekspor Indonesia ke Uni Eropa lebih dari 50% dalam 3-4 tahun ke depan, sekaligus membuka peluang investasi strategis dari Eropa.

Fokus Perdagangan Berkelanjutan

Kesepakatan ini juga mencakup komitmen perdagangan dan pertumbuhan berkelanjutan. Menko Airlangga mengapresiasi kesepakatan tersebut, yang mendukung kebijakan produk berkelanjutan di Eropa dan mengurangi risiko hambatan ekspor di masa depan.

su seperti TKDN, sektor otomotif, dan mineral kritis juga telah disepakati bersama.

“Kedua belah pihak berkomitmen menyelesaikan materi dan proses hukum tanpa kendala,” tutup Menko Airlangga.

Dengan IEU CEPA, Indonesia memperkuat posisi tawar di kancah global, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(Rdl)