“Kita butuh pimpinan negara atau presiden terpilih nanti harus betul-betul memahami kejiwaan sawit seperti apa. Sawit nggak hanya soal minyak goreng, sawit dari hulu ke hilir dari perkebunan ke hilirnya, termasuk pengangkutan pupuk, bibit, pestisida dan sebagainya ini kesatuan yang tidak bisa kita pisahkan,” kata Kacuk.
Ia mengaku sudah mengajukan diskusi untuk menjalani pemikiran kepada tiga tim capres ini. Sehingga bukan hanya melalui debat pemikiran para capres ini keluar, melainkan diskusi langsung terhadap industri kelapa sawit ini.
“Kalau diskusi langsung ke capresnya belum, ini masih dalam proses. Moga gak lama lagi sehingga hasil tambahan diskusi ini bisa di-deliver berikutnya. Kita usulkan hasil diskusi ini ke tim ketiga capres, harapan sama nggak ada diskriminasi atau perlakuan beda pada 3 capres ini,” ujar Kacuk.(rfk/ind)










