Faktakalbar.id, NASIONAL – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan senilai Rp9 miliar untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam menangani kondisi darurat dan mempercepat pemulihan warga pascabencana.
Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia bahkan menunda sejumlah agenda kerja demi memastikan bantuan segera sampai ke lokasi terdampak.
“Kami dari kecil kalau ada yang kena bencana minimal kami doakan. Sampai jadi Menteri pun begitu kami dengar ada bencana, kami tunda acara yang lain. Saudara kita yang kena bencana lebih membutuhkan kehadiran pemerintah di saat seperti ini,” ujar Mentan Amran di Kabupaten Bone, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Masuk Lewat Surabaya, 18 Kontainer Bawang Bombai Ilegal Dimusnahkan Kementan
Rincian Bantuan Logistik dan Pemulihan
Bantuan senilai Rp9 miliar tersebut berasal dari dukungan lintas sektor dan mitra Kementerian Pertanian.
Sebanyak 33 truk logistik dikerahkan untuk membawa kebutuhan harian seperti beras, minyak goreng, telur, mie instan, hingga obat-obatan dengan nilai mencapai Rp3 miliar.
“Hari ini ada bantuan 33 truk yang dibawa. Ini ada Bulog juga. Kalau butuh tambahan bantuan, tentu kita siap bantu lagi,” jelasnya.
Selain logistik, dukungan tambahan datang dari BULOG dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa bahan pangan senilai Rp4 miliar.
Mentan juga menyerahkan uang tunai sebesar Rp2 miliar untuk penanganan darurat, serta santunan masing-masing Rp50 juta kepada dua keluarga korban meninggal dunia.
Percepatan Normalisasi Sungai dan Bantuan Pertanian
Guna mencegah bencana berulang, Mentan Amran menginstruksikan percepatan normalisasi sungai-sungai kecil yang dangkal.
Ia meminta pihak terkait segera mengerahkan ekskavator untuk pengerukan.




















