BPBD Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari

Petugas BPBD Kota Kendari menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air di kawasan Kecamatan Baruga.
Petugas BPBD Kota Kendari menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air di kawasan Kecamatan Baruga. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Banjir di Kepulauan Mentawai Rendam Ratusan Rumah Warga

Berdasarkan laporan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), insiden hidrometeorologi basah ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat setempat. Tercatat sebanyak 178 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 317 jiwa terdampak langsung oleh genangan air bah tersebut.

Dampak kerugian materiil akibat luapan air ini meliputi 153 unit rumah warga yang terendam sepenuhnya. Selain itu, fasilitas umum juga tidak luput dari terjangan air, di mana satu fasilitas ibadah dan dua fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Baruga dilaporkan turut terendam genangan.

Dalam upaya penanganan tanggap darurat, tim BPBD Kota Kendari tidak hanya fokus pada evakuasi menggunakan perahu karet. Petugas di lapangan juga melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi tinggi muka air secara berkala, hingga mendistribusikan bantuan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di lokasi pengungsian sementara.

Laporan pemutakhiran data pada Minggu (10/5/2026) menyebutkan bahwa kondisi genangan banjir di Kota Kendari telah berangsur surut. Meskipun demikian, pihak BPBD beserta instansi terkait masih terus bersiaga penuh di lapangan untuk mengantisipasi apabila terjadi potensi bencana susulan mengingat cuaca yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Hujan Deras Hulu Sungai Picu Banjir Kabupaten Luwu Rendam Sawah dan Jalan Trans Sulawesi

Memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau, BNPB secara resmi mengimbau pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Perubahan pola cuaca pada masa transisi musim berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang secara mendadak.

BNPB mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk secara aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah. Warga juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya di sekitar tempat tinggal.

Pemerintah daerah turut didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, meningkatkan kesiapsiagaan personel, menyiapkan jalur evakuasi, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana.

(*Red)