Pontianak Resmi Bergabung UCLG ASPAC Perluas Jejaring Kerja Sama Asia Pasifik

Penyerahan sertifikat keanggotan UCLG ASPAC kepada Pemerintah Kota Pontianak yang diterima Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah.
Penyerahan sertifikat keanggotan UCLG ASPAC kepada Pemerintah Kota Pontianak yang diterima Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Pontianak yang kami terima dengan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar,” katanya.

Pemerintah Kota Pontianak menargetkan keanggotaan ini dapat memperdalam kerja sama antarnegara. Platform UCLG ASPAC diharapkan mampu membuka peluang kemitraan baru, pertukaran pembelajaran, dan kolaborasi pembangunan kota berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Amirullah menegaskan bahwa tantangan global yang dihadapi saat ini menuntut sinergi lintas negara.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” jelasnya.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan kota-kota lain dalam memperkuat kapasitas serta mendorong pembangunan yang inklusif dan tangguh.

“Pontianak siap berjalan dan bergerak bersama UCLG ASPAC serta seluruh anggotanya,” pungkasnya.

Perjalanan global Kota Pontianak bermula saat terpilih sebagai salah satu kota percontohan di Indonesia untuk program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) pada akhir 2021. Pontianak menjadi satu-satunya perwakilan Pulau Kalimantan yang berkomitmen penuh dalam aksi mitigasi perubahan iklim. Keterlibatan dalam GCoM ini menjadi pintu gerbang yang mempererat hubungan Pontianak dengan UCLG ASPAC selaku sekretariat regional.

Pada Mei 2025, Kota Pontianak telah berhasil meraih GCoM Compliance Badge sebagai bukti kepatuhan menyusun Rencana Aksi Perubahan Iklim sesuai standar global. Melalui status keanggotaan yang kini resmi, Pontianak memiliki jalur langsung menuju akses pendanaan hijau dan bantuan teknis internasional untuk memodernisasi infrastruktur kota agar lebih tangguh, berkelanjutan, dan rendah emisi.

(*Red)