Dukung Keamanan KTT ASEAN di Cebu, TNI Gelar Operasi Kesiapsiagaan di Sulawesi Utara

Pasukan TNI bersiap melaksanakan tugas negara. Indonesia berencana mengirimkan pasukan untuk misi perdamaian ISF di Jalur Gaza. (Dok. Antara)
Ilustrasi - Operasi yang melibatkan unsur udara dan kapal perang KRI ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina selama berlangsungnya KTT ke-48 ASEAN di Cebu./Dok. Ist

FAKTAKALBAR.ID, NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah nasional, khususnya di Sulawesi Utara, guna mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang tengah berlangsung di Cebu, Filipina.

Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan selama agenda strategis berlangsung.

Langkah pengamanan ini melibatkan pengerahan alutsista udara dan laut secara signifikan.

Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa kekuatan udara yang dikerahkan mencakup lima unit pesawat tempur F-16, pesawat angkut Hercules, serta pesawat angkut berat terbaru A400M.

Kekuatan Laut dan Udara Terintegrasi

Baca Juga: Pemasangan Meriam FH 2000 di Seskoad: Wujud Penguatan Sarana Pembelajaran TNI

Selain armada udara, TNI juga menyiagakan kekuatan tempur di perairan melalui tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas utama, yakni KRI Brawijaya, KRI Siliwangi, dan KRI RE Martadinata.

Brigjen Rico menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari standar operasional gabungan TNI.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN,” kata Rico dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Operasi ini dirancang untuk menguji interoperabilitas atau kerja sama antar-unsur darat, laut, dan udara.

Fokus utamanya mencakup mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, hingga skenario respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.