“Saya merasakan bagaimana rasanya benar-benar dipersiapkan untuk (kuliah) di luar negeri. Jadi saya juga merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dari program ini,” tutur Fathina.
Meski sempat terkendala bencana hidrometeorologi di Aceh, semangat para siswa tidak surut. M. Kafka, siswa lainnya, mengapresiasi peran guru dalam membimbing mereka mencapai prasyarat internasional dalam waktu terbatas.
“Karena persiapan yang cukup intensif dan dibantu oleh guru-guru hebat. Alhamdulillah, kami bisa mencapai prasyarat yang diperlukan,” ucap Kafka.
Dukungan Daerah dan Visi Masa Depan
Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Aceh turut memberikan dukungan penuh melalui penerbitan SK percepatan pembangunan SMA Garuda di Aceh Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, berharap program ini melahirkan generasi yang mampu membawa ekonomi lokal Aceh ke panggung global.
“Harapan kami kepada SMA Garuda dan Garuda Transformasi adalah lahirnya generasi-generasi baru Aceh. Generasi yang mampu membawa Aceh masuk ke dalam ekonomi global dan menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” tegas Murthalamuddin.
Selain aspek akademik, pembangunan Sekolah Garuda di Aceh Utara—tepatnya di lokasi seperti Bukit Seuntang hingga Gampong Beuringen—juga diproyeksikan sebagai ruang asimilasi sosial antara komunitas lokal dan masyarakat transmigrasi untuk memperkuat harmoni di Aceh.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
















