3. Tidak Punya Tabungan dan Investasi
Anda membutuhkan tabungan dan produk investasi sebagai penyangga keuangan masa depan. Dua hal ini sangat penting untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Namun, kalangan kelas bawah jarang memiliki kemewahan finansial untuk membangun cadangan dana tersebut.
Anda pasti masuk dalam golongan kelas bawah apabila tidak memiliki tabungan yang cukup. Anda juga resmi menempati kelas ini jika mengabaikan rencana persiapan pensiun sejak dini.
4. Gaya Hidup Sangat Terbatas
Gaya hidup harian Anda menentukan posisi kelas sosial ini secara akurat. Masyarakat kelas menengah memiliki kelonggaran budget untuk menikmati berbagai kesenangan kecil. Mereka rutin melakukan liburan tahunan, makan di restoran, atau membeli barang baru.
Anda mungkin merasa hal-hal menyenangkan tersebut sangat memberatkan anggaran bulanan. Keterbatasan dana hiburan ini memastikan Anda termasuk dalam kelompok warga kelas bawah.
5. Gagal Meraih Pendidikan Tinggi
Tingkat pendidikan tertinggi menjadi indikator penentu posisi Anda dalam tangga ekonomi. Anda kemungkinan besar masuk kelompok kelas menengah jika berhasil meraih gelar sarjana. Pendidikan tinggi selalu membuka jalan lebar menuju pekerjaan dengan standar gaji lebih baik.
Anda resmi menempati kelas bawah jika merasa biaya kuliah terlalu mahal. Anda akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah akibat masalah dana. Hambatan sistemik memang sering menghalangi individu kelas bawah untuk mengakses jenjang pendidikan ini.
(*Sr)














