“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara tentang kasih sayang, tetapi mempraktikkannya dalam bentuk penghormatan kepada para pejuang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Kota Singkawang Liaw Sun Jin memberikan laporan terkait tingkat partisipasi warga. Ia menyampaikan bahwa agenda karya bhakti ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 400 orang peserta.
Baca Juga: Tradisi Makan Berami Warnai Puncak Peringatan Hari Jadi ke-410 Kota Sanggau
Ratusan peserta tersebut berasal dari berbagai unsur kalangan, mulai dari pemuka rohaniwan, jajaran pengurus majelis dan vihara, kelompok pemuda-pemudi Buddha, hingga kalangan pelajar dan umat Buddha yang berdomisili di seluruh Kota Singkawang.
Menurut penjelasan Liaw Sun Jin, kegiatan pembersihan area makam pahlawan ini merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran Buddha tentang pentingnya menanamkan rasa syukur atau katannuta.
Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang telah ikhlas mengorbankan jiwa dan raga mereka demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
















