Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Siklus menstruasi normal bagi seorang perempuan umumnya berlangsung selama tiga hingga tujuh hari dengan volume darah yang teratur. Namun, Anda harus waspada jika volume darah yang keluar sangat sedikit tetapi durasinya memanjang hingga lebih dari dua minggu.
Dunia medis mengenal kondisi haid sedikit namun berkepanjangan ini dengan istilah oligomenore. Keadaan ini mengindikasikan adanya peluruhan dinding rahim yang tidak sempurna akibat berbagai gangguan sistem reproduksi yang tidak boleh Anda abaikan begitu saja.
Ketidakseimbangan Hormon dan Stres Emosional
Faktor utama yang paling sering memicu kondisi ini adalah fluktuasi hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh perempuan. Ketika kedua hormon ini tidak seimbang, dinding rahim gagal meluruh secara maksimal sehingga menimbulkan perdarahan ringan yang terus-menerus.
Baca Juga: Kram Perut Menyiksa? Lakukan 5 Hal Ini Saat Sakit Menstruasi Hari Pertama Datang
Selain itu, tekanan stres fisik maupun emosional turut memengaruhi kerja hipotalamus atau bagian otak yang mengatur hormon reproduksi. Penurunan atau lonjakan berat badan yang terlalu drastis juga berdampak langsung pada siklus bulanan yang menjadi tidak menentu.
Efek Samping Kontrasepsi dan Sindrom PCOS
Penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik, atau implan sering kali memberikan efek samping pada siklus haid. Hormon sintetis dalam alat tersebut membuat lapisan rahim menipis dan memicu perdarahan ringan berkepanjangan atau spotting.
Penyebab lainnya berakar dari Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang menandakan adanya ketidakseimbangan hormon reproduksi yang cukup serius. Perempuan pengidap PCOS biasanya mengalami menstruasi yang berantakan, dan kerap kali muncul bersamaan dengan jerawat membandel atau pertumbuhan bulu halus berlebih.















