Perkuat Sinergi Pemda dan Serikat Pekerja Jelang Hari Buruh Internasional

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan sambutan dalam acara Tatap Muka (Tapka) dan Dialog bersama Kapolresta Pontianak dan perwakilan Serikat Pekerja menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan sambutan dalam acara Tatap Muka (Tapka) dan Dialog bersama Kapolresta Pontianak dan perwakilan Serikat Pekerja menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Kami mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan aksi unjuk rasa. Seperti kegiatan hari ini, dilakukan melalui tatap muka dan diskusi, dan disambut sangat positif oleh para ketua serikat pekerja dan buruh,” ungkap Endang.

Ia merencanakan agar forum serupa dapat rutin diagendakan pada masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

Keterlibatan organisasi dunia usaha seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dinilai perlu agar penyelesaian persoalan ketenagakerjaan menjadi lebih komprehensif.

Di sisi lain, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Barat, Suherman, mengapresiasi langkah konkret Wali Kota Pontianak dan Kapolresta Pontianak yang proaktif memfasilitasi ruang dialog bagi para pekerja.

Ia menilai forum resmi ini sangat penting agar aspirasi kaum buruh dapat tersampaikan secara langsung dan konstruktif kepada pembuat kebijakan.

“Kami sangat mengapresiasi Kapolresta dan Wali Kota yang telah memfasilitasi dialog ini, karena melalui ruang dialog, aspirasi dan keluhan kami bisa tersampaikan dengan baik,” tuturnya.

Suherman turut menegaskan bahwa aliansi serikat pekerja dan buruh di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas keamanan daerah.

“Kami berkomitmen menjaga kondusivitas. Aspirasi akan kami sampaikan secara elegan melalui dialog sosial,” pungkasnya.

(FR)