Tetap Nyaman dan Aman, Ini 5 Tips Menjaga Diri bagi Perempuan Saat Datang Bulan di Alam Bebas

"Jangan batalkan rencana liburan Anda. Simak 5 tips menjaga diri bagi perempuan saat sedang datang bulan ketika camping di alam bebas agar tetap aman dan nyaman."
Jangan batalkan rencana liburan Anda. Simak 5 tips menjaga diri bagi perempuan saat sedang datang bulan ketika camping di alam bebas agar tetap aman dan nyaman. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Mengagendakan camping atau berkemah di alam bebas bersama teman-teman memang sangat menyenangkan.

Namun, bagi perempuan, antusiasme ini sering kali berubah menjadi kepanikan ketika jadwal keberangkatan ternyata bertepatan dengan tamu bulanan alias masa haid.

Minimnya fasilitas toilet dan akses air bersih di gunung atau hutan kerap menjadi kekhawatiran utama.

Jangan buru-buru membatalkan rencana liburan Anda! Dengan persiapan yang matang, Anda tetap bisa menikmati alam dengan nyaman.

Baca Juga: Sering Sensitif Saat Haid? Ini 5 Camilan Enak untuk Perbaiki Mood Saat Datang Bulan

Berikut adalah 5 tips menjaga diri bagi perempuan saat sedang datang bulan di alam bebas:

1. Bawa Persediaan Pembalut Ekstra dan Kantong Ziplock

Kunci utama saat camping dalam kondisi haid adalah manajemen kebersihan.

Bawa persediaan pembalut atau panty liner dua kali lipat dari kebutuhan biasanya.

Selain itu, Anda wajib membawa kantong plastik ziplock berlapis yang tidak tembus pandang. Ingatlah prinsip Leave No Trace (jangan tinggalkan jejak).

Masukkan pembalut bekas ke dalam ziplock yang tertutup rapat agar tidak menimbulkan bau, lalu bawa turun kembali hingga Anda menemukan tempat sampah yang layak di perkampungan.

2. Siapkan Tisu Basah Khusus dan Air Bersih

Menjaga kebersihan area kewanitaan di alam bebas adalah sebuah keharusan untuk mencegah infeksi jamur atau bakteri.

Jika sumber air bersih sangat terbatas, gunakan tisu basah khusus area kewanitaan yang tidak mengandung parfum (unscented) atau alkohol.

Basuh dari arah depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri.

Jika ada sumber air sungai yang mengalir, Anda bisa menggunakannya, namun pastikan air tersebut benar-benar jernih.

3. Bekali Diri dengan Obat Pereda Nyeri dan Heating Pad

Kram perut (dysmenorrhea) di tengah suhu udara yang dingin tentu akan terasa berkali-kali lipat lebih menyiksa.

Jangan biarkan rasa sakit merusak mood Anda.

Selalu siapkan obat pereda nyeri andalan di kotak P3K Anda.

Sebagai tambahan ekstra, bawalah heating pad instan atau botol tahan panas yang bisa diisi dengan air mendidih untuk dikompreskan ke area perut.

Rasa hangat ini akan sangat membantu merelaksasi otot rahim yang tegang.

4. Pilih Pakaian Dalam Berbahan Katun dan Berwarna Gelap

Kenyamanan pakaian sangat memengaruhi kondisi fisik Anda.

Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sangat disarankan untuk memakai celana dalam atau celana lapangan (outdoor) berwarna gelap untuk menyamarkan noda jika seandainya terjadi kebocoran (tembus) saat Anda sedang trekking atau beraktivitas.

5. Dengarkan Tubuh dan Jangan Memaksakan Ego

Saat menstruasi, tubuh kehilangan banyak darah sehingga Anda akan lebih cepat merasa lelah, lemas, atau bahkan anemia ringan.

Kenali batas kemampuan fisik Anda.

Jangan memaksakan diri untuk berjalan cepat mengikuti ritme teman-teman yang lain.

Beri tahu rekan perjalanan Anda tentang kondisi Anda, perbanyak minum air putih hangat, dan beristirahatlah sejenak jika perut mulai terasa kram atau tubuh terasa goyah.

Menyatu dengan alam saat sedang datang bulan bukanlah hal yang mustahil. Dengan kedisiplinan menjaga kebersihan dan persiapan logistik yang tepat, petualangan Anda akan tetap terasa aman dan menyenangkan.

Baca Juga: Nyeri Haid Berlebihan, Berpotensi Menjadi Tanda Endometriosis

(Mira)